Manajemen Perbekalan Air saat Mendaki



                Air merupakan sumber kehidupan, bukan hanya untuk manusia namun semua makhluk hidup dibumi ini membutuhkannya. Kita mungkin tidak akan bisa hidup tanpa air, bahkan dalam keadaan normal, tubuh kita mengandung sebanyak 50% sampai 60% cairan. Cairan sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Jika kita kekurangan cairan, maka tubuh kita akan dehidrasi. 

                Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu bergantung pada air, baik untuk diminum, untuk mandi, mencuci dan masih banyak lagi. Kehidupan kita sangat bergantung pada air. Tapi, terkadang kita lupa akan seberapa penting air bagi kehidupan kita karena ketersediaan air melimpah. Namun ketika kalian melakukan aktivitas pendakian di gunung, kalian akan sadar seberapa penting air bagi kehidupan kita.
                Saat mendaki gunung kita diwajibkan membawa kebutuhan air untuk dikonsumsi, karena tidak semua gunung terdapat sumber mata air, kalaupn ada pasti letaknya dikaki gungung, sehingga kita harus membawanya menggunakan botol atau jeriken air, hal itu akan menambah berat beban bawaan kita ditas keril yang kita gendon. Maka dari itu sangat perlu manajemen air digunung, dengan tujuan supaya kebutuhan cairan kita selama mendaki gunung terpenuhi, namun kita tidak perlu membawa air yang terlalu banyak. Berikut beberapa cara manajemen air menurut saya,
1.       Buatlah rencana konsumsi air
Sebelum melakukan pendakian, hendaknya kita melakukan perencanaan terlebih dahulu dan membagi-bagi air yang hendak dibawa, misalnya untuk tracking menuju tempat camp sebanyak 2 botol untuk satu kelompok, kemudian untuk masak sebanyak 4 botol, untuk summit attacak 2 botol, untuk perjalanan turun sebanyak 2 botol dan untuk keadaan darurat 1 botol, atau bisa divariasikan sesuai kebutuhan dan kesepakatan kelompok. Yang jelas air yang kita bawa adalah air yang bener-benar kita butuhkan dan terbagi-bagi penggunaannya. Sehingga, jangan sampai kita membawa air terlalu banyak dan menambah berat beban keril. Namun jangan sampai kita kekurangan bekal air, karena berisiko dehidrasi dan membahayakan diri kita sendiri.
2.       Minum secukupnya
Ini yang terpenting dalam pendakian, yaitu memnejemen diri sendiri, jangan sampai kita terlalu menghabiskan banyak air, minumlah secukupnya, kita juga harus berbagi kebutuhan air dengan teman satu kelompok kita. Caranya dengan minum beberapa teguk saja untuk membasahi tenggrokan yang haus. Jangan sampai kita menuruti hawa nafsu, ketika haus langsung minum dengan jumlah banyak, itu akan membuat bekal air kita cepat habis.
3.       Janga membawa makanan berminyak / yang mwnyebabkan mudah haus
Usahakan saat mendaki gunung kita tidak membawa makanan yang membuat tenggorokan mudah merasa haus, usahakan membawa makanan yang mengandung air, seperti buah- buahan yang mengandung air dan lain sebagainya.
4.       Membawa minuman isotonik.
Saat mendaki gunung kita akan kehabisan banyak cairan tubuh karena aktivitas yang cukup mengeluarkan banyak tenaga, sehingga kita harus memasok cairan tubuh kita supaya tidak dehidrasi. Selain menggunakan air mineral yang dibawa, Ada alternatif lain yaitu minum minuman isotonik yang bisa menggantikan caitan tubuh (elektrolit serta gula) dalam tubuh secara cepat. Jenis minuman ini dapat cepat diserap oleh tubuh karena memiliki konsentrasi serta tekanan osmotik yang sama seperti cairan yang ada didalam tubuh. Contoh produk minuman isotonik yang banyak diperjual belikan antara lain Pocari sweet, mizone, aquarius dan masih banyak produk lainnya
5.       Menimbun cadanga air
Jika kalian mendaki melewati jalur turun yang sama dengan jalur naik. Kalian bisa menimbun cadangan air di jalur pendakian dengan cara dikubur atau digantung di atas pohon. Hal ini sangat efektif untuk mengurangi beban yang kita bawa. Air itu bisa kita gunakan saat turun nanti tanpa harus membawanya sampai puncak. Namun hal ini sudah sangngat jarang dilakukan oleh para pendaki.

                Itulah beberapa cara memanajemen perbekalan air selama melakukan pendakian, bersumber dari pengalaman pribadi selama melakukan pendakian dibeberapa gunung. Meski sebenarnya setiap gunung memiliki cara manajemen air yang berbeda. Karena ada gunung yang memiliki sumber mata air yang berlimpah, namun ada juga yang sama sekali tidak ada sumber mata air, namun secara geris besarnya seperti yang saya sebutkan diatas. Apabila dari kalian memiliki tips atau cara tentang manajemen air yang lainnya silahkan tambahkan dikolom komentar.
Sekian terimakasih, salam lestari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

malam ini ku mendaki dalam mimpi

Kawan Lama

Sebuah kisah tentang patah hati

Perihal bahagia (senja, kopi dan mendaki)

Setren Opak (tempat sendu pelepas pilu)

sebatang pohon

Kultur Angkringan Yang Mulai Pudar

Sampah visual bikin sakit mata aja

Perjalanan tanpa ujung

touring (telaga sarangan)