Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Kultur Angkringan Yang Mulai Pudar

            Setelah hujan reda disore hari, menyisakan semerbak aroma khas yang keluar dari aspal basah, setelah seharian terbakar terik mentari serta digilas ratusan roda-roda kendaraan yang mengantar orang-orang memutar roda-roda kehidupan. Deru mesin bergemuruh dan kicau klakson bersahutan, terkadang lontaran kata kotor karena emosi dengan pengendara lain yang pecicilan terlontar dari beberapa mulut orang-orang kelelanah, bangsat sampai bajingan kadang mereka ucapkan untuk meluapkan emosi yang berlebihan, penanda mereka semua telah lelah bekerja seharian. Lalu harus menghadapi berjubel kendaraan yang memenuhi jalan dari tengah hingga ketepian.             Jalanan kota jogja sore itu masih seperti biasanya, dengan kendaraan yang mulai bertambah banyak dan berjubelan, polusi udara yang sedikit terasa sejuk karena terguyur hujan, polusi suara dari kenalpot dan klakson k...

sebatang pohon

Gambar
Sesi diskusi sore ini bersama keluarga berlangsung sedikit berbeda karena adanya saya , ada ayah ibu dan nenek serta tetangga depan rumah, yah jarang sekali saya terlibat dalam perbincangan ini, duduk didepan rumah yang berada ditengah desa yang permai, aman, nyaman, tenang, uhhh. Ok, pembicaraan kali ini sedikit berbeda, kalau biasanya ibu-ibu dan bapak-bapak serta nenek-nenek tua ini kalau ngumpul pasti ngomongin orang, kali ini berbeda, ada saya seorang yang seakan asing ikut ngobrol bareng, kenapa asing? Ya jarang sekali saya punya waktu luang dan nimbrung ikut ngobrol, biasanya sore-sore gini saya masih dikampus atau dalam perjalanan pulang, sesampai rumah pun jarang sekali bisa ngobrol dengan keluarga, soalnya ada tugas yang harus diselesaikan, jadi ya sampai rumah langsung mandi (kalau mau) makan langsung masuk kamar. Sebenernya keterlibatan saya ingin bergabung ngobrol ini adalah rencana saya mau pamit mendaki gunung, hehehehe, sok akrab lah. Oh iya inti dari saya nulis in...

malam ini ku mendaki dalam mimpi

Gambar
hallo, selamat malam, malam ini malam sabtu masih ditemani hujan yang syahdu, dan sebuah rencana pendakian yang kupastikan gagal menambah cerita malam ini. sebuah cerita dan sedikit penyesalan yang akan kutuliskan dalam curhatan ini. oh iya, sebelumnya saya mau ngasih tau kalau ini pertama kali saya curhat di blog lohh, hahaha , ya benar-banar curhat, biasanya sih berkicau di twitter, tapi ya sekali-kali ngeblog lah. gak papa dong, gak ada yg baca ya gak papa dong. beberapa hari yang lalu temenku mengajak saya mendaki gunung, rencananya sih malam sabtu ini, alih-alih saya juga ingin mendaki dan kebetulan sedang luang, (emmm, meluangkan sih, banyak tugas kuliah sebenarnya) akhirnya saya iyakan ajakannya, beberapa orang juga kami ajak, sudah 4 orang yang rencananya akan mendaki malam sabtu ini. ada aku, sutik, mudatsir, dan firman (yg ngajakin) rencananya kami akan mendaki gunung kembang via Blembem, gunung kembang sengaja kami pilih karena tidak terlalu tinggi dan tak perlu waktu...

Setren Opak (tempat sendu pelepas pilu)

Gambar
Hallo selamat pagi, siang, sore, malam, Apa kabar kalian? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mereview sebuah tempat wisata edukasi yang letaknya dipinggiran, dipinggiran sungai maksudnya. Namanya seperti yang tertulis dijudul, Setren Opak. Kalau kalian sudah pernah mendengar wisata Glugut? lah, tempat ini kurang lebih sama seperti itu, letaknya yang dipinggir sungai dan banyak pohon bambu membuat tempat ini sejuk dan syahdu, disebut sebagai tempat wisata edukasi karena memanfaatkan DAS sebagai tempat wisata. Tempatnya asri dan sejuk cocok buat kalian yang pingin mencari ketenangan setelah penat beraktivitas dikeramaian belantara kota tempat beton tumbuh lebih subur daripada pohon. Nuansa pedesaan yang masih asri sangat terasa ditempat ini.             Akses menuju Setren Opak lumayan mudah, dari pusat kota jogja bisa ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan darat menggunakan sepeda motor atau mobil, namun jika in...