Makanan Pokok Pengganti Nasi saat Mendaki



Mendaki gunung membutuhkan persiapan dan bekal yang mencukupi, untuk menunjang keselamatan diri sendiri saat berkegiatan dialam liar. Beberapa hal yang perlu disiapkan dengan matang sebelum melakukan pendakian antara lain fisik, mental, peralatan, dan kebutuhan logistik. kebutuhan logistik yang semestinya dibawa pun tidak sembarangan. Kebutuhan logistik berupa makanan yang dibawa saat naik gunung haruslah makanan yang benar-benar dibutuhkan dan mencukupi selama pendakian. Jangan sampai membawa makanan yang terlalu berat, dan sulit dalam pengolahannya, sebisa mungkin bawa makanan yang praktis, mudah diolah, namun juga menunjang kebutuhan tubuh saat berkegiatan dialam. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi sangat dibutuhkan. Namun memasak nasi di gunung sedikit susah bagi yang tidak terbiasa.
                Pada zaman yang serba instant seperti saat ini, banyak sekali makanan instan yang dapat kita jumpai, seperti mie instan, bubur instant, dan lain sebagainya. Makanan ini biasanya dibawa oleh para pendaki saat mendaki gunung, makanan seperti itu sangat praktis, mudah dibuat, tidak berat dan memakan banyak tempat, serta mencukupi kebutuhan tubuh saat mendaki. Namun, efek buruknya adalah makanan instan pasti memiliki bungkus plastik yang sering dibuang sembarangan oleh para pendaki yang mungkin sedang khilaf. Tentu hal tersebut sangat mencemari dan merusak alam.  Maka dari itu, dalam karangan ini saya akan memberikan  rekomendasi makanan pokok saat mendaki gunung selain makanan instant yang bisa dijadikan pengganti nasi. Dan tidak meninggalkan sampah anorganik yang sukar diuraikan tanah. Selain itu sampah yang tersisa hanya sampah organik yang mudah diurai tanah. Berikut makanan pokok pengganti nasi yang tidak mencemari alam versi saya:

1.       Jagung
Jagung yang bisa kalian bawa saat naik gunung ialah jagung manis mentah. Jagung ini sangat cocok sebagai pengganti nasi, selain mengandung karbohidrat sebagai sumber utama kalori yang cukup banyak, jagung juga lebih mudah pengolahannya, tidak serumit menanak nasi. Pengolahannya bisa dengan cara direbus lalu dimakan langsung, bisa juga  divariasi dengan menambah toping berupa susu kental manis, coklat, atau perutan keju. bisa juga dimasak dengan cara lain sesuai keahlian. Yang jelas bila tidak ingin ribet memasak, direbus lalu langsung dimakan pun sudah enak.  

2.       Kentang
Kentang ialah makanan yang kaya mineral, kentang juga mengandung protein serta beberapa vitamin yang baik untuk tubuh. Selain itu kentang juga mengenyangkan. Memasaknya pun cukup direbus dan bisa dimakan sekaligus bersama kulitnya. Cukup simpel bukan? kelemahannya ialah membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk merebus kentang utuh hinga matang. Untuk mensiasatinya bisa kalian potong kecil-kecil terlebih dahulu. Oh iyaa. Jangan lupa dicuci sampai bersih sebelum dimasak, karena biasanya kulit kentang masih kotor terkena tanah. Nggak mungkin juga kan kita makan kentang rebus rasa tanah. 

3.       Kacang Hijau
Kacang hijau relatif mudah di bawa dan tidak terlalu berat. Memasaknya pun sama dengan yang sebelumnya, hanya dicuci bersih lalu  direbus. Supaya tidak hambar saat memakannya, bisa kalian tambah dengan susu kental manis. Memasaknya pun tak seribet menanak nasi.
Itulah ketiga rekomendasi makanan pokok pengganti nasi menurut saya dan yang pernah saya coba praktikkan saat mendaki. Semuanya hanya saya masak dengan direbus, cukup mudah dan tidak seribet memasak nasi. Selain itu ketiga makanan itu hanya meninggalkan sampah organik yang mudah terurai tanah.
Ketiga bahan makanan itu sangat cocok untuk pendakian yang memerlukan waktu berhari-hari, karena tidak memakan banyak tempat dan mudah diolah, selain itu juga mencukupi kebutuhan tubuh untuk beberapa hari pndakian. Namun jika kalian hanya mendaki sehari atau dua hari saja, makanan apapun bisa kalian bawa,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

malam ini ku mendaki dalam mimpi

Kawan Lama

Sebuah kisah tentang patah hati

Perihal bahagia (senja, kopi dan mendaki)

Setren Opak (tempat sendu pelepas pilu)

sebatang pohon

Kultur Angkringan Yang Mulai Pudar

Sampah visual bikin sakit mata aja

Perjalanan tanpa ujung

touring (telaga sarangan)