Hujan Dambaan Tanah
Hujan pagi itu telah beralu, meninggalkan semerbak bau tanah. mengingatkanku dari apa aku tercipta dan kemana aku kembali, dari tanah dan kembali menjadi tanah. itulah kodrat manusia. Sangat angkuh sekali jika aku berharap bisa menjadi hujan, yang jatuh kebumi membawa ribuan kebaikan, menyuburkan dan menumbuhkan ribuan kehidupan. mengalir menyusuri daratan dengan gesitnya, seperti petualang yang menerjang hutan belantara untuk mencari jati diri. Menemukan muara diujung sana, lalu lenyap, menyelam samudra dan menemukan berbagai makna. Lalu menguap naik ke udara, melayang-layang dan terbang terbawa angin melintasi cakrawala. Menebar harapan bagi hamparan umat manusia. Lalu jatuh lagi ke tempat manapun kau mau. Menebar kabaikan dan manfaat. Meski kadang dengan merahnya kau menumpahkan dirimu hingga menenggelamkan kehidupan manusia. dan aku? Seonggok tanah yang gersang tanpa kehadiranmu, yang tak bisa menyelami samudra dan melayang menjelajah angkasa. Tapi menjadi tanah tak selamanya t...