Pelan-pelan, Part 2 (rencana cadangan)
Seminggu
setelah pembentukan tim pendakian dan setelah ada kabar tentang kebakaran
digunung lawu. Ahirnya kini tiba keputusan keman kami akan mendaki. Pihak
basecamp segera kuhubungi untuk menanyaka perihal dibuka atau ditutupnya jalur
pendakian gunung lawu, dan sesuai dugaanku, sampai saat ini seluruh jalur
pendakia gunung lawu masih ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan.
Untungnya
kami punya rencana kedua, yaitu mendaki gunung Prau yang terletak di wonosobo jawa
tengah. Namun karena ada satu orang yang kekeh mendaki kegunung lawu dan tidak
mau untuk mendaki kegunung prau setelah berulang kali ku bujuk, kini hanya
tersisa 7 orang termasuk aku dalam tim pendakian ini. satu hari sebelum
pendakian dimulai, aku langsung mencari pengganti supaya tim ini genap 8 orang,
namun sayangnya semua teman yang kuajak menolaknya dengan alasan waktu terlalu
mepet dan dadakan.
Bicara
tentang waktu yang mepet, pendakian ini pun sebenarnya pendakian yang bisa
dibilang daadkan. Pasalnya seminggu yang lalu kami sudah membahas konsep
pendakian digunung lawu, namun berhubung kami memutuskan untuk mendaki gunung
lain, dan anggota tim kami yang berkurang satu membuat kami harus mengonsepnya
lagi dari awal. Namun bagiku tak apalah, demi bisa mendaki gunung tepat pada
hari ulang tahunku. Selain itu juga pendakian ini diundur kemungkinan besar
akan batal. Karena tinggal beberapa hari lagi kami semua sudah masuk kuliah dan
memulai berkutik dengan kesibukan masing-masing, sehingga tidak ada waktu yang bisa diluangkan untuk mendaki
gunung.
Meski
persiapan yang mepet, namun setidaknya ada dua orang dalam tim ini yang pernah
mendaki gunung Prau, sehingga kami tak perlu terlalu tekut dengan berbagai
macam risiko yang akan terjadi. Meski sebenarnya petualangan sebenarnya ialah
mendatangi tempat baru dengan kehidupan baru yang belum pernah kita alami
sebelumnya, dengan menanggung segala risiko yang ada. Namun bagiku itu tak
terlalu penting, meski kupernah mengunjunginya, namun jika ada kesempatan untuk
detang lagi kenapa tidak? Bagiku alam semesta ini sangatlah indah, bahkan
terkadang untuk menikmatinya takakan cukup jika hanya sekali, kalau bisa
berulang kali, akan ku ulangi lagi dan lagi untuk mengunjungi.
“Bagiku alam semesta ini sangatlah indah, bahkan terkadang untuk
menikmatinya takakan cukup jika hanya sekali, kalau bisa berulang kali, pasti akan ku
ulangi lagi dan lagi untuk mengunjungi”
Komentar
Posting Komentar