Pelan-pelan, Part 1 (terancam gagal)
Kau tau rindu?
Rasa yang menggebu ingin segera bertemu. Kali ini aku mulai rindu untuk mendaki
gunung, keinginanku tertuju pada gunung lawu. Rencananya aku akan mendaki
gunung pada tanggal 31 agustus, sengaja kurencanakan pada
tanggal itu supaya tanggal 1 september aku bisa berdiri dipuncak gunung, momen
yang bertepata dengan hari ulang tahunku
Tanpa pikir
panjang segera kubentuk tim pendakian. Kuhubungi teman-temanku yang beberapa
kali pernah mendaki bersamaku, kuhubungi mereka melalui pesan di whatsapp
maupun dm di instagram. 7 orang mengiyakan ajakanku, ditambah dengan ku, tim
pendakian terbentuk dengan jumlah 8 orang. 4 cewek dan 4 cowok. Tim yang bisa
dibilang ideal.
Karena aku
yang menggagas pendakian ini maka segera kucari semua informasi tentang
pendakian gunung lawu. Aku mencarinya di internet, yaa, sebelum melakukan
pendakian alangkah baiknya kita mencari informasi terlebih dahulu supaya
pendakian terkonsep dan tidak asal-asalan. Ahirnya saya memutuskan untuk mendaki
lawu via cemoro sewu setelah menimbang dan membandingkan dengan jalur yang
lainnya.
Namun ketika
sedang semangat-semangatnya untuk mempersiapka pendakian ini. ada kabar yang
kuperoleh dari instagram bahwa saat ini gunung lawu sedang terjadi kebakaran
dibeberapa titik. Mengeahui hal tersebut, aku segera menghubungi pihak basecamp
melalui nomor whatsapp yang ku dapat dari internet untuk menanyakan perihal
apakah jalur pendaian ditutup atau tidak. Dan sayangnya dari puhak basecamp
bilang bahwa saat ini seluruh jalur pendakian gunung lawu dititup, karena masih
ada beberapa titik api.
Kabar itu
langsung kusampaikan keteman-teman yang hendak mendaki bersama. Yaa, kebanyakan
dari mereka kecewa, kemudian aku menawarkan untuk mendaki gunung yang lain
saja, meskipun ada satu orang yang tetap kekeh ingin mendaki ke gunung lawu.
Namun apa boleh buat, kita haruslah bijak dalam menyikapi sesuatu yang tidak
sesuai dengan keinginan kita, karena rencana tuhan jauh lebih sempurna dibandig
dengan rencana kita, dan sebenarnya alam tidak berhianat bagi kita yang
senantiasa menjaganya. Mungkin saaat ini gunung lawu sedang ingin istirahat dan
tidak ingin kita mengganggu istirahatnya.
Tawaran
mendaki gunung yang lain terus kugenjarkan, ada yang usul untuk ke sindoro, ada
juga yang mengusulka gunung prau, kemudian kami kerucutka lagi dan ahirnya
pilihan jatuh kepada gunung Prau, semua sepakat, bahwa rencana kedua apabila
ditanggal 30 gunung lawu masih ditutup, maka pendakian dialihkan kegunung prau.
Tapi masih ada satu orang yang tetap kekeh untuk mendaki gunung lawu. Apa boleh
buat, aku juga tidak bisa memaksakan, memaksakan ia untuk ikut mendaki prau
atau memaksakan kami serombongan untuk tetap mendaki lawu.
Semua rencana
dan keinginan kita memang sangat indah dipikiran kita, namun kenyataan tidak
akan sama persis dengan apa yang kita rencanakan, maka dari itu jangan terlalu
berharap dengan rencana manusia, supaya kau tak kecewa jika kenyataan tak
sesuai dengan rencana. Kita hanya manusia dengan segudang kesalahan dan ketidak
tepatannya, alam semesta pasti punya beribu rencana, dan percayalah, bahwa alam
semesta menunggu kita untuk berjelajah.
“kita
haruslah bijak dalam menyikapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita,
karena rencana tuhan jauh lebih sempurna dibandig dengan rencana kita, dan
sebenarnya alam tidak berhianat bagi kita yang senantiasa menjaganya”
Komentar
Posting Komentar