Setren Opak (tempat sendu pelepas pilu)


Hallo selamat pagi, siang, sore, malam, Apa kabar kalian? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mereview sebuah tempat wisata edukasi yang letaknya dipinggiran, dipinggiran sungai maksudnya. Namanya seperti yang tertulis dijudul, Setren Opak. Kalau kalian sudah pernah mendengar wisata Glugut? lah, tempat ini kurang lebih sama seperti itu, letaknya yang dipinggir sungai dan banyak pohon bambu membuat tempat ini sejuk dan syahdu, disebut sebagai tempat wisata edukasi karena memanfaatkan DAS sebagai tempat wisata. Tempatnya asri dan sejuk cocok buat kalian yang pingin mencari ketenangan setelah penat beraktivitas dikeramaian belantara kota tempat beton tumbuh lebih subur daripada pohon. Nuansa pedesaan yang masih asri sangat terasa ditempat ini.
            Akses menuju Setren Opak lumayan mudah, dari pusat kota jogja bisa ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan darat menggunakan sepeda motor atau mobil, namun jika ingin kesana dengan naik pesawat atau kapal pesiar kayaknya nggak bisa deh. Terletak di dusun Karangploso, Sitimulya, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Jika dari jogja langsung saja menuju jalan wonosari, kemudian belok kanan menuju selatan sebelum kids fun, nanti ada SMA N 1 piyungan ke timur mengikuti petunjuk arah. Kalau bingung mendingan buka google maps aja deh, atau kalau gak punya kuota cobalah alternatif lain seperti GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), Tanya warga maksudnyaa, hehehe.
            Jika kalian ingin berkunjung ke tempat ini tak perlu khawatir dengan masalah budget,  biaya masuk dan biaya parkir ditempat ini per maret 2019 tidak dipatok harga, kalian hanya perlu membayar seikhlasnya saja, jika kalian ingin menyusuri sungai Opak dengan naik perahu, kalian juga hanya perlu membayar seikhlasnya saja loh, wajar saja beberapa fasilitas tidak dipatok harga, karena tempat ini masih tergolong baru, sekitar desember 2018 tempat ini baru diresmikan sebagai tempat wisata edukasi. Jadi mumpung belum terkenal banget, mendingan langsung rencanakan kesini aja deh, liburan murah, naik perahu menyusuri sungai opak, sambil nyahdu minum kopi dibawah rindangnya pohon bambu, jangan lupa sambil ndengerin lagu indie biar tambah sendu, dijamin deh tempat ini jadi bikin rindu.
            Fasilitas yang tersedia ditempat ini lumayan komplit, ada kamar mandi, mushola, panggung untuk hiburan, lahan yang cukup luas dan rindang, dan spot-spot untuk foto selfi juga banyak. Selain itu juga ada perahu yang muat 12 orang untuk menyusuri sungai opak dengan tarif seikhlasnya. Namun jika pengunjung lumayan banyak seperti saat hari libur, kalian harus sabar menunggu dan antri yaa. Sembari menunggu giliran naik perahu kalian bisa menikmati jajanan yang dijajakan diarea situ. Banyak lapak-lapak makanan yang tersusun rapi ditempat itu. Dan uniknya, semua makanan dan minuman yang dijajakan ditempat itu adalah makanan yang sehat dan bergizi, waktu itu saya hendak membeli softdrink, namun saat Tanya-tanya, katanya semua yang dijual ditempat ini hanya makanan sehat, kesimpulannya softdrink gak sehat, yaaa, gitu lahh, ya intinya semua makanan yang dijual ditempat itu harus sehat, kalau mau beli makanan dan minuman yang tidak sehat seperti softdrink, minuman beralkohol, albotil, rica-rica ganja, cilok basi, pizza busuk, pempek isi kulit durian dan makanan tidak sehat lainnya ya jangan cari ditempat itu, karena memang  tidak dijual ditempat itu. Namun santaii, ada lapak yang menjual kopi kok, berarti dapat disimpulkan lagi kalau kopi itu termasuk minuman yang sehat dan bergizi, heheheee.
            Akses internet ditempat ini lumayan tersendat bagi beberapa provider, ya wajar lahh, ditengah desa yang mepet dengan hutan. Namun jangan risau, bagi kalian yang ingin selalu update story di instagram atau sekedar ingin berkicau ditwitter namun provider anda tidak ada sinyal, tenang, disini tersedia fasilitas wifi geratis, jadi kalau mau upload story lagi piknik biar khlayak pada tau ya silahkan, atau mau ngerjain tugas tapi butuh tempat tenang, ya tinggal bawa laptop saja, karena tempat ini juga asyik loh buat nugas, karena tempatnya tidak bising seperti dikota, serta ada banyak kursi dan meja yang bisa kalian pakai nugas.
            Bagi kalian yang ingin berfoto diatas kano biar kekinian, atau sekedar ingin menyusuri sungai menggunakan kano, sayang sekali ditempat ini tidak ada fasilitas itu. Namun jangan risau dan jangan khawatir, kalau emang pingin banget, kalian bisa bergeser sedikit dari tempat wisata Setren Opak, tak jauh dari Setren Opak disebelah timur juga ada tempat wisata serupa yaitu Taman Tempuran, dinamakan taman tempuran karena letaknya yang dekat dengan tempuran sungai, tempuran itu adalah sebutan orang jogja untuk bertemunya dua aliran sungai menjadi satu, kalau bertemunya dua insan menjadi satu nyebutnya pacaran atau jadian, atau nikahan, loh kok malah bahas nikah sih, ok, kembali ke sungai, meski tempatnya berdekatan, namun untuk menuju taman tempuran kalian harus melewati jalan cukup jauh mengintari sungai mencari jembatan, karena tempatnya bersebrangan dan tidak ada jembatan dan jasa penyebrangan ditempat itu, namun jika ingin berenang juga gak papa sih. Untuk harga sewa kano saya kurang tau, karena saya nggak kesana, tapi kalau diajak ya mau dong hehehe.
Sekian sedikit review sebuah tempat wisata yang tergolong masih baru di Jogja, semoga dapat menambah wawasan pembaca dan menumbuhkan motivasi untuk berkunjung ketempat itu, syukur-syukur ngajakin saya (kebanyakan berharap). Sebagai penutupnya saya ingin mengingatkan bahwa sesibuk-sibuknya kalian dengan aktivitas pekerjaan atau kuliah sampai kau merasa kelelahan, keluarlah sejenak dan jalan-jalan, karena terkadang hatimu butuh didengarkan, otakmu butuh diistirahatkan, ragamu butuh direbahkan, matamu butuh dipejamkan, dan kamu butuh jalan-jalan.
jika penasaran dengan tempat ini, dibawah saya lampirkan video hasil kegabutan saya tentang keadaan di Setren Opak

"tempat wisata Setren Opak"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

malam ini ku mendaki dalam mimpi

Kawan Lama

Sebuah kisah tentang patah hati

Perihal bahagia (senja, kopi dan mendaki)

sebatang pohon

Kultur Angkringan Yang Mulai Pudar

Sampah visual bikin sakit mata aja

Perjalanan tanpa ujung

touring (telaga sarangan)