malam ini ku mendaki dalam mimpi
hallo, selamat malam, malam ini malam sabtu masih ditemani hujan yang syahdu, dan sebuah rencana pendakian yang kupastikan gagal menambah cerita malam ini. sebuah cerita dan sedikit penyesalan yang akan kutuliskan dalam curhatan ini. oh iya, sebelumnya saya mau ngasih tau kalau ini pertama kali saya curhat di blog lohh, hahaha , ya benar-banar curhat, biasanya sih berkicau di twitter, tapi ya sekali-kali ngeblog lah. gak papa dong, gak ada yg baca ya gak papa dong.
beberapa hari yang lalu temenku mengajak saya mendaki gunung, rencananya sih malam sabtu ini, alih-alih saya juga ingin mendaki dan kebetulan sedang luang, (emmm, meluangkan sih, banyak tugas kuliah sebenarnya) akhirnya saya iyakan ajakannya, beberapa orang juga kami ajak, sudah 4 orang yang rencananya akan mendaki malam sabtu ini. ada aku, sutik, mudatsir, dan firman (yg ngajakin)
rencananya kami akan mendaki gunung kembang via Blembem, gunung kembang sengaja kami pilih karena tidak terlalu tinggi dan tak perlu waktu lama, selain itu pendakian bisa kami lakukan dengan tek-tok (tidak berkemah), hal tersebut dikarenakan kami sama-sama sibuk dengan tanggungannya masing-masing sehingga tak bisa berlama-lamaan dihutan. pendakian yang kami rencanakan berangkat habis maghrib dari jogja, kemudian sampai basecamp kami istirahat dulu, kemudian pukul 1 dini hari kami melakukan pendakian mengejar matahari terbit lalu langsung turun. tapi rencana tinggallah rencana, karena beberapa hal membuat kami membatalkannya.
sore tadi langit sedikit temaram tertutup mendung, sedikit menyurutkan semangatku,badan ini serasa malas jika harus mendaki sembari menebras hujan. tentu karena beban tambah berat dan pendakian lebih sulit, apalagi gunung kembang yang akan kami daki jalurnya lumayan curam. masih dengan langit mendung, setelah sholat maghrib langsung saya masukkan beberapa barang ke keril, sleeping bag, matras, sarung, cangkir dan sebagainya, tak kutata dengan rapi. rencananya nanti saja packingnya setelah belanja logistik. saat hendak menyalakan sepeda motor lalu berangkat, hujan turun tanpa disangka, "ahh jadi mager, kayaknya hujannya nggak lama, tunggu bentar lagi aja brangkatnya" bisikku dalam hati. ya sembari menunggu hujan reda buka-buka twitter dulu lah, ngetwit mau ndaki, hehehe.
perkiraan saya benar, pukul 18.30 WIB hujan reda, segera saya bergegas tancap gas ke rumah mudatsir, sutik juga kerumah mudatsir. ceritanya, kami kumpul dulu bertiga lalu njemput firman di kost temannya di jalan kaliurang sekalian transit sebentar, belanja logistik, packing, makan malam, baru gass ke gunung kembang. namun saat mau berangkat ke kost temannya firman, hujan kembali turun, yah mager lagi dan lagi, nunggu hujan reda lagi dong. molor gak papa lah.
pucuk dicita ulam pun tiba, akhirnya hujan kini reda juga, namun sudah pukul 19.30, gak kerasa karena menunggunya sambil ngobrol melepas kangen, lama gak ketemu soalnya, oh iya mereka itu adalah teman SMA saya yang kini beda kuliah, jadi wajar kalau udah kangen-kangenan, dulunya sering main bareng dan sekarang harus berpisah. lanjut ke cerita, setelah berjalan beberapa menit hujan kembali datang, hemmmm, hujannya emang kaya dia, datang dan pergi seenaknya. yaudah kami pakai jas hujan lalu segera ke kost temannya firman dengan bantuan google maps.
naasnaya kami tak langsung menemukan kost temannya firman, karena lokasi yang dikirim kurang akurat, dan kami sempat disorientasi karena intensitas hujan yang sangat lebat menyusahkan kami untuk bernavigasi (bahasanya sok ilmiah, padahal intinya cuma bingung arah). beberapa kali kami berhenti menghubungi firman menanyakan letak kost temannya. hingga akhirnya kami sampai juga di kost temannya firman yang ternyata hanya dibelakangnya UII, hemm, tau gitu gak usah muter-muter ngikutin maps. kami sampai di kost temannya firman pukul 9 malam dengan hujan yang tak mau terus terang kaya diaa, eh nggak ding, hujannya awet kaya hubungan kita. emmmm, halu haluuu.
pukul sembilan malam dan kami masih berada di jogja, lalu apa yang kami lakukan? apakah bergegas belanja logistik dan packing? ah tentu tidak dong. masih hujan lebat sehingga males belanja, akhirnya kami mengisi perut dulu di warmindo (warung makan indomi) depan kostan. sambil melahap nasi telor dan menhisap kopi serta sebat-sebat bagi yang minat, kami ngobrol ngalor-ngidul sampai tak terasa kalau sudah jam 10 malam, waw, molor sekaleeee, hahaha, biarin
setelah bosan ngobrol di warmindo kami kembali ke kamar kost, kebetulan temannya firman yg tinggal di ksot ini sedang pergi ke semaranag. jam sepuluh malam dan kami blom ngapa-ngapain, blom blanja logistik dan packing, wah kayaknya nggak niat banget nih. ya mereka aja nggak niat, ya saya juga dong.
didalam kamar kost yang hangat dan kering gak seperti dihutan yang kena hujan dan masah ini kami merundingkan lagi apakah mau lanjut mendaki atau tidak. musabab kami semua memliki rasa yang sama, rasa malas kalau mendaki dan kena hujan. akhirnya kami mencoba bertanya tanya teman-teman kami yang di magelang, temanggung, wonosobo dan pihak basecamp blembem. setelah bertanya-tanya dan mendapat info jika magelang hujan, temanggung gak tau hujan nggak, wonosobo hujan angin dan basecamp gerimis, akhirnya rasa malas kami bertambah, yaudah lah cencel aja atau pindah haluan. rencananya pindah ke ungaran aja, tapi semarang hujan juga ternyata. tak terasa perdebatan panjang tak terasa. kini sudah jam 12 malam. yaudah, kami tidur di kost an aja. mendakinya lewat mimpi. hahahaaaaa.
yak sekian curhatan tentang kekecewaan yang susah diungkapkan apalagi dinyatakan, intinya jangan paksakan melakukan pendakian jika cuaca tak memungkinkan, semua perjalanan akan melahirkan kenangan dan hidup tidak melulu soal pendakian.
![]() |
| kayaknya ini lagi ngimpi mendaki gunung |

Hahaha. Cieee yang gagal ndaki
BalasHapusHeuuu. Iya nih . Besok ndakinya sama kamu aja . Lain kali
HapusOke. Besok ya. Hahhaha
Hapusok siyaap
Hapus